kurikulum 2013 bertahap….. (rasanya baru saja guru kita familiar dengan KTSP 2006- sudah akan ada kurikulum baru)

Penulis: Ester Lince Napitupulu

Selasa, 27 November 2012 | 17:58 PM

IlustrasiPhoto: shutterstockJAKARTA, KOMPAS.com – Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap selama tiga tahun. Pada tahun 2013/2014, kurikulum itu akan diterapkan di kelas I dan IV sekolah dasar, kelas VII SMP, dan kelas X SMA/SMK di seluruh Indonesia.”Penerapan kurikulum secara bertahap ini agar penyiapan materi pelajaran dan guru bisa lebih fokus, tidak memengaruhi materi ujian nasional, serta mencerminkan kebersamaan karena dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2012 di Jakarta, Senin (26/11).Menurut Nuh, pada tahun kedua kurikulum 2013 diperluas penerapannya di kelas II SD, kelas VIII SMP, dan kelas XI SMA. Pada tahun ketiga kurikulum ditambah dengan kelas yang tersisa.Untuk penerapan kurikulum 2013, menurut Nuh, Kemdikbud tidak hanya menyiapkan kurikulum yang saat ini sedang dalam proses uji publik sampai awal Desember. Pada saat bersamaan, sedang disiapkan pula buku-buku pelajaran serta melatih guru-guru yang akan menerapkan kurikulum 2013.Guru kuncinyaNuh memahami kekhawatiran sebagian pihak. Walau kurikulum sering berganti metode pengajaran, guru tidak berubah karena guru tak dilatih terlebih dahulu. ”Karena itu, untuk penerapan kurikulum 2013, guru dilatih dulu agar metode pengajarannya berubah. Kurikulum ini mengharuskan guru bisa mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu siswa,” kata Nuh.Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, implementasi perubahan kurikulum sering kali tidak berjalan mulus karena tidak mengakomodasi pemikiran sederhana para guru.”Guru selalu dipandang semata sebagai pelaksana kurikulum. Padahal, guru pun berhak ikut memikirkan kebijakan yang baik untuk pendidikan,” ujar Sulistiyo.Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Fahriza Marta Tanjung meminta agar guru dilibatkan dalam penyusunan kurikulum baru. (ELN) 

Editor: Caroline Damanik

Sumber : Kompas Cetak Mail to FriendLihat Komentar (4)   |    Tulis Komentar

Kurikulum 2013 untuk Siapkan Generasi Sesuai ZamannyaAnggaran Kurikulum 2013 DipertanyakanSegera, Uji Publik Kurikulum Baru di 5 Kota BesarKANAL & RUBRIKBOLAENTERTAINMENTTEKNOOTOMOTIFFEMALEHEALTHPROPERTINASIONALMEGAPOLITANBISNISSAINSTRAVELREGIONALINTERNASIONALOLAHRAGAEDUKASIOASEKOMUNITASKOMPASIANAKOMPAS FORUMURBANESIA.COMHARIAN KOMPAS (CETAK)Top | Index | Full Site | Android Apps | Login ©2008 – 2012 KOMPAS.com – All rights reserved href=”http://http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/27/17580567/Kurikulum.2013.Akan.Bertahap?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp”>http:// http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/27/17580567/Kurikulum.2013.Akan.Bertahap?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

program CSR 2012 sma unggulan citra nusa – Bank Mini Cinus

tabungan cinus 2 depanCopy of dsp cinus copy

Membaca Membentuk Karakter Bangsa

Kali ini, BERANI mengadakan seminar dan lokakarya “Mengembangkan Karakter Bangsa melalui Budaya Membaca”, Sabtu (30/10). Bertempat di Gedung Wali Kota Jakarta Timur, acara ini dihadiri oleh ratusan guru dari beberapa sekolah di Jakarta dan Bekasi. Dihadiri pula oleh Bapak H. Witdarmono dan Bapak Doni Koesoema A. selaku pembicara. Teman-teman kamu dari SD Santa Ursula juga hadir untuk memberikan pengalaman mereka tentang pentingnya membaca, lho!

Beberapa guru yang datang mengungkapkan komentar yang positif terhadap kegiatan ini. Pak Didin Muhtadin, S. Sos dari SD Putradarma Global School mengatakan, “Guru bisa membuka wawasan baru untuk melatih cara mengajar siswa”. Untuk anak-anak, acara ini sungguh baik karena bisa melatih siswa untuk membaca, membuka wawasan, dan melatih anak untuk menulis. Ia berharap acara ini bisa bersinergi dan diadakan suatu reuni untuk mengevaluasi cara mengajar masing-masing guru. Selain itu, dari membaca, kita bisa mengembangkan karakter positif yang nantinya akan tertanam pada diri kita.

Sumber: Koran Harian Anak BERANI, 1 November 2010

sekarang seberapa banyak yang kita baca belum menjadikan kita, sesuatru ketika kita belum menjadikan apa yang kita baca berharga…
hingga… apa yang dibaca memiliki nilai manfaat buat diri dan orang banyak…
yuuk segera kita baca…
dengan cara yang menyenangkan tentunya…
kata saya :
“read is a journey… make an adventure in happiness to many answer”

Kemendiknas akan Kembangkan Kurikulum Berbasis Akhlak Mulia

BOGOR: Kementerian Pendidikan Nasional akan mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia mulai 2011 untuk menanamkan karakter yang baik kepada siswa melalui pendidikan. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh di Bogor, Minggu (5/12).

Saat menjadi pembicara pada diskusi panel yang digagas Panitia Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di IICC Bogor, Menteri mengatakan, pengembangan kurikulum berbasis akhlak mulia dirasakan mendesak untuk memberikan pendidikan karakter bagi generasi bangsa.

“Kurikulum berbasis akhlak mulia dikembangkan untuk menanamkan karakter bagi anak-anak Indonesia,” kata M Nuh. Menurut dia, pendidikan karakter penting ditanamkan di sekolah sehingga lulusan yang dihasilkan menjadi generasi masa depan bangsa yang memiliki karakter kuat.

“Kemajuan dan kemandirian sebuah bangsa antara lain dibangun melalui karakter yang kuat,” kata M Nuh yang juga a’wan Syuriah PWNU Jawa Timur. Oleh karena itu, lanjut M Nuh, mulai 2011 Kemdiknas mengembangkan kurikulum berbasis akhlak mulia sebagai upaya membangun karakter bangsa.

Ia mengatakan, pengembangan kurikulum berbasis akhlak mulia dilakukan dengan menanamkan moralitas dan akhlak mulia dalam berbagai mata pelajaran yang diajarkan di kelas. “Akhlak dan moralitas harus masuk dalam semua mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik,” jelas M Nuh.

memulyakan yang HIDUP

ternyata untuk HIDUP itu tidaklah mudah….
buktinya banyak yang berat mengahadapi setiap kesulitan dirinya….
pikir punya pikir… jadi pusing alias stress….rasa punya rasa… jadi sakit hati… memendam bukan juga cara yang baik untuk menjadikan diri ini hidup….
pertanyaannya…?
bagaimana caranya Hidup ini Mulia atau… pilihan lain yaitu memulyakan hidup….
bukan besarnya masalah yang jadi pikiran atau perasaan mendalam… tapi yang terpenting bagaimana menjalani… satu persatu dan mencoba berbuat untuk setiap masalah yang di hadapi….
kata Sayyid Quthb :
“Siapa yang Hidup bagi Dirinya, ia akan hidup sebagai manusia kecil….
siapa yang hidup untuk orang lain, maka ia akan hidup sebagai manusia besar…. dan tak akan mati selamanya”

hal yang biasa dalam hidup ini untuk memilih menjadi manusia besar ataupun manusia kecil… yang terpenting seberapa berarti kita dimata orang lain dalam berbuat kebaikan dan kebenaran….

Teruslah Bermimpi….

Ku katakan padamu kawan kalau kau berani bermimpi untuk bercita-cita
Raksasa di dalam tidurmu akan terjaga, angkasa raya akan terbuka awan gemawan akan menjadi anak-2 tangga……
Ku katakan padamu kawan kalau kau berani bermimpi tentang cinta,
Gulita akan menjelma menjadi cahaya…
Ku katakan padamu kawan kalau kau berani bermimpi tentang cinta,
Matahari terbit hanya untukmu, rembulan akan mendekat padamu….
Ku katakan padamu kawan kalau kau tak berani bermimpi,
Tanpa kau mengerti hari-harimu akan tercuri,
Tanpa kau sadar, semangatmu akan pudar……
Bermimpilah…
karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu…..

Kenangan Okita Narutoshi….

aku berusia 6 tahun ketika ingatanku kembali ke awal tahun 1955. Hari itu aku meninggalkan Awajishima bersama Kitashiro Naoko, gadis tetangga yang biasa mengasuhku. Kedua orangtuaku telah terlebih dahulu berangkat untuk menyiapkan rumah baru kami di distrik tarumi, kobe. Kobe dipisahkan oleh selat Akashi. Tak ada yang mengantar kami. Hanya cahay mercusuar Esaki di utara yang mengucapkan salam perpisahan sementara kapal feri bertolak meninggalkan pelabuhan Iwaya.
Badai Hebat kemudian datang. Setelah itu hanya kenangan samar yang terlintas di kepala. Jerit ketakutan para penumpang… deru angin… gelombang… dinginnya air laut. Naoko mendekapku sekuat tenagaberusaha agar Kami tidak tenggelam
“Naru, Kau akan menemui Orangtuamu,” itu kata-kata terakhir yang ku dengar sebelum aku kehilangan kesadaran. Aku terbangun di rumah sakit. Kedua orangtuaku berada di tepi pembaringan.
“Naoko?” pertanyaan pertama pada mereka. Mereka menangis menggelengkan kepala.
Aku bertemu kembali dengan kedua orangtuaku. Sementara Naoko tenggelam bersama badai.
Saat itulah Aku berjanji akan membalas kebaikan hati Naoko, aku tidak tahu caranya. Tapi setelah dewasa Aku tahu apa yang akan Aku lakukan.
Usiaku sekitar 43 tahun. Aku salahsatu ahli teknik yang bertanggung jawab menguji kekuatan jembatan Akashi Kaikyo. Aku memastikan model rancang jembatan cukup kuat menahan angin berkekuatan 80 m/detik di dalam wind tunnel. Ketika jembatan Akashi Kaikyo resmi dibuka tahun 1998. Aku telah pension dari pekerjaanku, namun setiap tahun aku selalu menyempatkan diri untuk mengnjunginya. Seperti hari ini. Aku tahu jembatan ini cukup kokoh untuk mengamankan penyeberangan selat Akashi. Memastikan Narutoshi kecil yang lain tak akan kehilangan Naoko-nya.
“Kuharap Jasa Kecilku cukup untuk membalas pengorbanan besarmu, Naoko,” bisikku tertahan

Pada tahun 1955 dua buah kapal feri tengah menyeberangi selat Akashi ditenggelamkan badai. Merenggut ratusan korban jiwa, 168 diantaranya adalah anak-anak.

Jembatan Akashi-Kaikyo adalah jembatan Gantung terpanjang didunia dengan panjang 1.991 meter
Struktur beton 193.200 ton Baja, dan 645.000 meter kubik Beton serta Kabel-kabel penggantungnya menggunakan kawat berlapis baja tahan karat sepanjang 300.000 KM, jika dihitung dapat melingkari bumi sebanyak 7,5 kali…