DJARUM BLACK BLOG COMPETITION VOL.2

backwall on the horse’s black glasses

Kaku adalah kuda yang paling gagah di hutan. Tidak hanya gagah, ia pun kuat dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.

Sayangnya, perilaku Kaku tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap remeh orang binatang lain. Tabiat buruknya yang lain adalah selalu ingin dipuja. Itu sebabnya ia iri 1/2 mati terhadap Horas.

Ya, Horas adalah kuda gemuk yang cenderung pendiam. Walaupun begitu, penghuni hutan lainnya senang kepadanya karena ia suka menolong dan ramah. Berbeda 180 derajat dengan Kaku.

Suatu hari Kaku pun mendatangi Horas yang sedang makan rumput di pinggir sungai.

“Hei Horas, ayo kita berlomba mengelilingi bukit timur itu”, tantang Kaku tanpa berbasa-basi. “Aku ingin tahu, siapa diantara kita yang paling hebat”.

Horas menoleh dengan santai ke arah Kaku.

“Buat apa ah”, jawabnya, “Kan sudah jelas, kamulah kuda paling hebat di hutan ini. Aku jelas gak mungkin menang melawanmu.”

“Tidak peduli!”, tukas Kaku. Kasar. “Pokoknya aku ingin kita bertanding. Kalau tidak, aku akan hancurkan rumah kayu milik Bu Beri Berang-berang yang kamu buat untuknya bulan lalu.”

Horas tertegun. Ingatannya melayang ke Bu Beri. Badannya yang sudah tua. Bulu-bulunya yang mulai memutih. Tongkat penyangga jalannya.

“Baiklah”, ujarnya sambil mengangguk lirih. “Kapan kita bertanding?”

Kaku menjawab sambil tersenyum sinis, “Besok sore.”

Malamnya Kaku mulai membayangkan dirinya yang tengah berlari di bukit timur dengan gagah. Bulunya yang hitam berkilauan terkena cahaya matahari sunset. Kakinya yang kokoh menapak mantap di atas tanah bukit timur yang berbatuan menimbulkan suara yang keras.

Ketepok. Ketepok. Ketepok.

Mendadak ia terkikik. Ia membayangkan Horas yang gemuk berlari dengan terengah-engah menaiki bukit dan akhirnya tersungkur kecapekan.

“Kemenangan sudah jelas ada di tanganku.”, batin Kaku. “Apabila aku menang, penduduk hutan akan makin menyadari bahwa aku lah kuda terhebat di sini. Popularitasku pasti akan jauh melebihi Horas. Sekarang aku harus cari cara agar aku tampak keren di hadapan mereka saat masuk ke garis finish.”

Ia berpikir. Tiba-tiba ia teringat pada majalah mingguan “Kueren” yang ia beli minggu lalu. Kaku pun mengambil majalah tersebut dari laci lemarinya dan mulai membuka lembar demi lembar. Sampai akhirnya…

“Ini dia!!!”, teriak Kaku sambil menunjukkan jarinya tangannya ke sebuah iklan tentang kacamata hitam. “Dengan ini aku pasti akan tambah cool di depan warga hutan”.

Keesokan harinya, Kaku menyempatkan diri untuk pergi ke mall dan membeli kacamata hitam yang paling mentereng. Setelah bersiap dengan menggunakan tapal kudanya yang berbalut emas, ia pun bergegas menuju ke bukit timur, tempat ia akan bertanding dengan Horas.

Sesampainya di sana, tampak Horas sedang berbincang riang dengan teman-temannya. Ada Kuri si Kura-Kura, Nur si burung Nuri, dan bu Beri Berang-Berang. Warga hutan lainnya pun berjejer di sepanjang jalur, bersiap untuk menyaksikan lomba antara Horas dan Kaku.

“Ayo segera kita mulai”, kata Kaku sembari memakai kacamata hitamnya yang baru.

Horas memandang Kaku dengan wajah aneh. Perhatiannya tertuju pada kacamata hitam Kaku dan label harganya yang entah sengaja atau tidak, lupa dicopotnya.

Namun Horas tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia meminta Nur untuk membantu memasangkan kacamata kudanya yang sudah agak butut.

Kedua kuda itu pun bersiap di garis Start. Pak Hori Harimau yang bertugas sebagai penjaga garis melambai-lambaikan bendera putih di depan mereka. Dalam hitungan ketiga, ia menurunkan bendera dengan bersemangat sambil berteriak lantang, “Mulai!!!”

Kaku langsung melesat. Julukannya sebagai “Kuda Perkasa” memang bukan main-main. Dalam hitungan detik, ia sudah tidak tampak di balik bukit. Sebaliknya, Horas melaju dengan sambil menjaga kecepatan dan staminanya. Ia sadari bahwa dalam urusan keduanya, ia bukan tandingan Kaku, oleh karena itu ia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.

Kaku yang jauh memimpin di depan tertawa lebar-lebar sambil terus memacu kecepatannya. Ia sudah tidak kuasa lagi membayangkan kemenangannya. Di hadapannya sudah tampak Bukit Curam, bukit terakhir dari deretan Bukit Timur.

Bukit Curam terkenal sebagai bukit paling berbahaya di daerah itu. Berbatu dan memiliki sudut tanjakan yang sempit. Siapa saja yang tidak berhati-hati pasti akan celaka. Di sisi lain, pemandangan dari atas Bukit Curam cukup indah. Dari sana terlihat jelas pemandangan hutan serta danau Leka yang luas dan banyak ikannya. Warga hutan sering berkumpul di danau tersebut, baik untuk mandi maupun sekedar untuk bersantai dan bersosialisasi.

Beberapa langkah menuruni Bukit Curam, perhatian Kaku terpecah. Di bawah, tampak Kutik, kuda betina yang jadi incarannya sejak masa sekolah dulu, sedang mematut-matut tubuhnya di hamparan air danau yang jernih. Tidak lagi konsentrasi terhadap jalan di depannya, kaki kanan Kaku tanpa sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar.

Kaku oleng. Ia terjungkal dan menggelinding ke sisi kiri bukit sebelum akhirnya mencapai garis finish barunya di sebuah kubangan tepat di samping Kutik yang melongo melihat adegan akrobat gratis.

Byurrrrr.

Sejurus kemudian, Kutik tertawa terbahak-bahak. ROTGLOL. Tanpa mempedulikan Kaku yang kesakitan setelah terguling-guling di bukit berbatu. Tanpa mempedulikan wajah Kaku yang merah padam. Tanpa mempedulikan kacamata hitam Kaku yang patah. Tanpa mempedulikan perasaan Kaku yang bingung antara menahan sakit dengan menahan malu.

Saat ia mencoba untuk berdiri (dengan diiringi tawa Kutik yang masih berkesinambungan), terdengar sorak sorai warga hutan. Rupanya Horas telah tiba di garis finish. Agak terengah-engah, tapi setidaknya ia sampai ke tujuan dengan berlari, bukan dengan menggelinding.

Dari kejauhan, ia menatap Kaku (yang masih mencoba berdiri) dan Kutik (yang masih terus tertawa). Horas juga suka pada Kutik dan ia mungkin akan melakukan kesalahan yang sama seperti Kaku seandainya ia tidak menggunakan kacamata kudanya. Ya, kacamata itulah yang membantunya untuk tetap berkonsentrasi sepanjang lomba.

Horas mengangkat kaki kanannya, ingin berjalan ke arah Kaku. Tapi kawan-kawan dan penghuni hutan lainnya mulai mengerubunginya, sibuk memberinya selamat dan memintanya bercerita tentang perasaannya. Akhirnya Horas pun membatalkan niatnya untuk membantu Kaku.

“Semoga ia baik-baik saja”, gumamnya.

setelah hampir setahun tanpa tersentuh…

ternyata banyak yang telah terlewati dari kehidupan nyata yang sebenarnya…
sebuah kehidupan di tengah kebisuan hari-hari tanpa kata…
gerakan jari yang terhenti.. seiring dengan kata-kata yang terlalu banyak terucap…
ooo… ternyata… kata terbungkam… hati yang berkata lembut itu lebih jujur dari pada topeng yang kita pakai hari ini…
selamat datang kembali… setelah engkau terlupakan kembali..
dan… menjadi hari-hari penuh makna
walau… sedikit kata yang terucap..

selamat datang di duniaku…

Dunia yang senantiasa bergerak mengikuti porosnya…

Dunia yang senatiasa bergerak mengikuti revolusi jaman…

Dunia yang senantiasa memberikan keindahan pada semua orang…

Dunia yang menuntun kita menuju keteraturan…

Dunia yang senantiasa menghantarkan setiap tindakan kita menjadi sebuah keabadian…

Dunia yang menjadi ladang buat petani-petani hidup dengan menanamkan dan menuainya nanti pada saat akhir hidupnya…

Dunia yang sederhana…

Dunia yang penuh sandiwara apabila kita mengenal Fungsi dan perannya dengan baik….

Dunia yang penuh warna keceriaan…

Dunia yang penuh solusi hidup apabila kita tahu mengambil sumbernya dari mana

Kehidupan adalah….

kehidupan adalah…. kehendak… yaitu rencana Yang Maha Kuasa dalam penciptaannya bermaksud menjadikan manusia menuju kesempurnaannya…. dengan buah pikiran dan tindakannyalah yang akan menyelamatkan mereka pada keabadian…
Kehidupan adalah….Perjalanan….yaitu merangkai langkah-langkah kita yang jejaknya mungkin hilang terhapus oleh jaman
Kehidupan adalah… Suatu Lompatan… yaitu meninggalkan ketidakberdayaan menjadi kemampuan yang berguna
Kehidupan adalah… Berlari Cepat…yaitu menyalip beberapa kesalahan agar tidak terlihat sebagai kekeliruan akan tetapi sebuah pembelajaran
Kehidupan adala… Fatamorgana….yaitu kamuflase cermin diri kita terhadap angan-angan yang tak kunjung hadir di pelupuk mata….
Kehidupan adalah…Perubahan…yaitu keinginan akan memperbaiki diri sampai terciptanya komitmen yang hakiki
Kehidupan adalah…Jalan Setapak…yaitu sebuah rel kehidupan yang akan kita buat sebagai jejak masa depan… sambil mengibas halangan dan melihat peta…apakan jalan ini sudah tepat dan efisien…
Kehidupan adalah… Pemikiran… yaitu buah perenungan panjang yang tak kunjung usai, karena semakin hari semakin peduli terhadap sesama….

Sekarang….Kehidupan ini menurut anda seperti apa?

KANSAS “Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar”

Dulu waktu es em a…. saya punya kelas…. namanya kelas 1-1… biasanya kelebihan kelas 1-1 karena prestasinya… tapi kelas ini punya keunikan sebagai kelebihannya… keusilan anak-anaknya… ke isengan yang kadang membuat guru gerah menyikapinya… dan anak-anak yang over kreatif… kita punya temen yang namanya Fery firmansyah… karena asalnya dari bangka (tempatnya laskar pelangi…) tampang n rambutnya juga kayak mereka…hobinya “smack down” kalo dulu game favorit kita Street fighter seperti smackdown jaman sekarang… tiap ada yang jatuh kita timpain sampe tumpukannya tinggi… dia juga hobi gulat dan ngebantin orang… herannya gak ada yang berantem…(aneh emang)…. ada lagi yana priatna…dipanggil ‘amis’ karena berasal dari ciamis… gayanya kayak orang kampung yang turun kota….(gak kuat mengahadapi kehidupan metropolis… biar di bilang up to date)… tapi doi ketua osis jaman kita…. obsesnya jadi ahli politik… kalo ngomong gak ada koma nya…ada lagi Dedi Nugraha…”lelaki yang punya lesung pipit”… senyumnya gak nahan karena badanya junkis… dulunya (walau sekarang dah gemukan)… ada Dodi “julukannya ‘culis’ kayak pilem unyil…”… Adalagi Iman Santosa Nasution…”julkannya Mandul…. (@#$%%)” karena doi ngefens banget ma grup musik ’sex pistols’… ada Eka “jukukan Galer…(kalo ini artinya terpaksa di sensor)… doi badanya stereg kaya samson… rambutnya belah tengah hobinya gambar… obeseinya masuk ITB jurusan seni rupa…
…. dan banyak lagi nama dan julukan yang mungkin belum lengkap disebutkan… tapi julukan Kelas kami KANSAS… Kami Anak Nakal Suatu saat akan sadar… alhamdulillah menjadi kenyataaan…. kehidupan membuat kami tambah dewasa… keluarga membuat kami tambah matang menjalani kehidupan … pekerjaan membuat kami bertanggung jawab….
Thanks to Mrs Yetty Darliaty…..
….Kansas… bagaimana menurut anda….?

Tahukah tongkat anda…..

Ada kisah sebuah tongkat yang bentuknya sederhana tapi sangat bermakna dan berarti untuk pemiliknya… karena fungsinya….
Kira-kira fungsi Dasar tongkat itu untuk apa?
1. Membantu menopang berat tubuh seseorang yang tidak mampu berdiri kokoh pada kedua kakinya
2. Menuntun seseorang dari keterbatasannya dalam melihat halangan dalam perjalanan
3. Sebagai mata untuk orang yang tidak memiliki pandangan sempurna
4. Sebagai senjata ketika seseorang terancam dari marabahaya

Ada sebuah Tongkat yang bentuknya sederhana tetapi sangat bermanfaat buat orang banyak… bahkan dari kisahnya sangat berarti menjadi teladan manusia di masa yang akan datang…. Yaitu TONGKAT NABI MUSA. A.S….
Menurut kisahnya apakah Nabi Musa A.S. (audzubillahi miinzaaliikaa)
1. Sulit Berjalan… sehingga membutuhkan sebuah tongkat untuk menopang tubuhnya
2. Sulit Melihat… sehingga membutuhkan tongkat untuk mengibaskan arah perjalanannya
3. Buta… sehingga membutuhkan tongkat sebagai pengganti matanya
4. Seorang tentara… sehingga dengan tongkatnya dapat menjadi alat perlindungan dirinya
Tentu tidak….
Nabi Musa A.S. hanyalah seorang Pengembala Domba (hewan ternak)….
Dan fungsi dasarnya sederhana… Untuk menggiring ternak agar tertib dan memukul/menarik dedaunan agardapat di jangkau oleh ternaknya…..
Karena keyakinannya kepada Allah Sang Khaliq…. Nabi Musa Diangkat sebagai Nabi dan Rasul untuk Kaumnya….
Ternyata Allah menjadikan peralatan yang digunakan sehari-hari… alat yang tak pernah lepas dari fungsinya sebagai pengembala, alat yang sangat sederhana itu menjadi sebuah MUKJIZAT…..
1. Ketika berhadapan dengan para penyihir Firaun yang lalim… TONGKAT ini atas kuasa Allah menjadi Ular yang menghabiskan ular-ular hasil jelmaan penyihir
2. Ketika Hendak di bakar oleh Firaun yang ingkar kepada Allah… TONGKAT inilah yang dapat mendinginkan Api yang membakar tubuh Nabi Musa A.S.
3. Ketika Negerinya menghadapi musibah Banjir darah, Belalang, katak dan angin Taufan… TONGKAT inilah yang dapat menghilangkan dengan seketika
4. Ketika Negerinya membutuhkan air untuk kehidupan yang begitu berarti… TONGKAT inilah yang dihentakkan di atas batu… hingga munculnya beberapa sumber air yang dapat menghidupkan orang banyak
5. Ketika Terdesak oleh Kejaran Firaun di tepi Laut merah… TONGKAT inilah yang dapat membelah Lautan
Sekarang… yakinkah (berimankah) Anda kepada Allah…..
Apa yang kamu miliki dan kamu gunakan sehari-hari untuk menjalankan Fungsi sebagai manusia…. Entah Anda ini sebagai Pekerja, Guru, Pedagang, Pelajar, birokrat atau apapun…
Temukan TONGKAT anda…. Karena tongkat inilah yang akan menghantarkan kesuksesan Anda dalam tugas sehari-hari…. Atau bahkan di kemudian hari dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti untuk orang lain…
Temukan TONGKAT anda… karena tongkat inilah yang akan menuntun Anda dalam keremangan perjalanan hidup… atau bahkan dapat membuka mata hati Anda saat ini untuk mempebaiki diri di kemudian Hari…
Temukan TONGKAT anda… karena tongkat inilah yang akan menjadi senjata anda ketika menghadapi marabahaya… atau bahkan menyelamatkan orang-orang disekeliling anda demi terseleksinya generasi yang terpilih…
Sudahkan anda temukan Sekarang…. TONGKAT itu ada di dekat anda… sudahkah dirasakan dekatnya… jika belum…
…pejamkan mata anda… rasakan dengan Hati… bahwa sesungguhnya tongkat itu TELAH ADA…
Jika belum juga… Renungi…. Saat ini kita sedang menjalani fungsi sebagai apa…. Atau jangan-jangan kita belum tahu siapa dan apa fungsi kita saat ini….
Temukan TONGKATnya… dan Gunakan sebaik-baiknya.. Insya Allah akan menurunkan Rahmat-Nya dan memfungsikan TONGKAT itu untuk kehidupan Anda yang lebih berarti… bahkan kehidupan orang di sekitar kita dan masa depan umat manusia nantinya…
Jangan Salah gunakan TONGKAT Anda… karena Allah akan membalasnya dengan yang setimpal…. Seperti tongkat para penyihir firaun…. Tongkat itulah yang akan menelan semua apa yang telah kita perbuat….
Nantikan kehidupan dengan TONGKAT Anda… karena distulah kemulyaan orang-orang yang yakin (beriman) untuk menjalani Fungsi dan peran-Nya di muka bumi…. Sebagai generasi penerus Risalah… pelanjut sejarah para nabi… penegak teladan para Rasul…
Selamat datang.. generasi pengemban amanah… Allah beserta para Nabi dan Rasul menunggu Anda di medan kehidupan hakiki…
Lemparkan sekarang… saat ini TONGKATMU… jadikan orang –orang disekeliling anda dapat merasakan manfaatnya… biarlah Allah dengan Kuasa-Nya bekerja… menurunkan rahmat untuk kita semua….
Pertanyaan….?
Seperti apa tongkatmu…..

Murid-murid yang membuatku berpikir lebih cerdas…

iasanya… Guru itu lebih jago dari murid-muridnya….
dan Aku adalah yang gak biasanya… seorang guru biasa… dengan kemampuan biasa… dengan metode mengajar biasa… (bahkan lebih tepat mungkin guru semaunya…)
beruntung aku diantara mereka…
murid-murid yang dari hari ke hari membuatku tambah berpikir… (wah… enaknya…mikir..)
tapi… kira-kira mereka lagi mikirin juga gak ya apa yang sedang aku pikirkan….

aku berpikir kalo mereka anak-anak yang kreatif…. sangking kreatifnya ulahnya macam-macam.. “kata mereka Eksistensi”

aku berpikir kalo mereka anak-anak yang butuh perhatian… sangking butuh perhatiannya ulahnya kayak gak butuh perhatian “kata mereka kebebasan…”

aku berpikir kalo mereka anak-anak yang baik… sangking baiknya ulahnya meresahkan… “kata mereka Solidaritas”

aku berpikir kalo mereka anak-anak yang ingin berubah… sangking inginnya ulahnya selalu berubah-ubah…”Kata mereka eksplorasi…”

aku berpikir kalo mereka anak-anak yang bersemangat… sangking semangatnya ulahnya over acting…”kata mereka ITs the spirit”

kata orang pikiran itu memiliki gaya tarik menarik antar yang satu dengan lainnya (kerennya Law attraction).
yang kita pikirkan positif maka yang dihasilkan akan positif….
nah kalo kata orang beriman Hati itu yang juga memiliki gaya tarik menarik…
tinggal sekarang… yuuk kita tarik hati kita….
karena hati ini yang akan menuntun kita untuk merasa saling memiliki… hati ini yang akan mengikat antara kita… hati ini yang akan melebur batas antara guru dan murid…

kira-kira… dari sini kita bisa lebih cerdas gak yah dalam menghadapi setiap persoalan….

yang pastinya… dari sini aku jadi tambah cerdas…. Thanks to My All Real Teacher…. THE STUDENTS

seperti layang-layang

sekuat apa anda menghadapi angin…
sekokoh apa anda berdiri melawannya…
setegar apa anda dapat tegak berjalan menghadapinya…

maka jadilah layang-layang….
dengan mengahadi angin sebagai sarana untuk menerbangkan diri…
dengan meghadapi angin membuat Anda terbang tinggi…
dengan melawan angin membuat anda mantap melayang….

Angin ini mungkin masalah buat Anda…
Hadapilah… dan jadilah layang-layang….
karena dengan menghadapi masalah Anda akan membuat Anda semakin kuat dan membuat anda semakin mampu mengahadpi permasalahan hidup…

“selamat Melayang di udara…. jadailah layang-layang yang terbang tinggi di langit biru…”

kebohongan ibu….

Assalaamu’alaikum wr. wb…

Teman2 sekalian, buat renungan aja, Insya Allah bermanfaat, amien…
” Seumur hidup kita menggendong orangtua di pundak kita, tidak akan bisa membalas jasa-jasa orang tua kita “

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan
membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya.

Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak
laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya
untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :

“Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari
ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk
petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :

“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,
ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang
tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.

Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU
YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,

Ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGA N IBU YANG
KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.

Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku :

“Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :

“Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih Ibu ! “

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita
selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar (maaf yah nyindir yg pacaran), kita pasti lebih peduli dengan pacar. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita…??

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi…

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

“YA ALLAH AMPUNILAH SEMUA DOSA2 DAN KESALAHAN IBUKU JUGA AYAHKU, TEMPATKANLAH MEREKA DITEMPAT TERBAIK DISISI-MU, LAPANGKAN DAN TERANGILAH KUBURANNYA DENGAN NUR-MU YA RABB.. AMPUNILAH SEMUA KESALAHAN DAN DOSA2KU KEPADA MEREKA BERDUA.. SAYANGILAH MEREKA DISISI-MU SEPERTI MEREKA MENYAYANGIKU TANPA BATAS..” AMIN YA RABB…

Wassalaamu’alaikum wr. wb.
(dari group laa illa ha illallah facebook)

selamat datang anak-2ku… (pidato perpisahan… tapi gak jadi…)

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Hangatnya Pagi Menyambut kehadiran Kita untuk berada di Sekolah yang sangat hargai ini…
Selamat datang di citra nusa
Suatu Kebahagiaan bagi saya untuk hadir, berbicara dan berada di tengah-tengah orang tua atau wali yang memiliki putera-puteri luar biasa untuk sekolah ini
Tiga Tahun lamanya putera-puteri bapak dan ibu dititipkan kepada kami, merupakan suatu kehormatan dan kesan yang mendalam bagi kami untuk menghantarkan mereka menuju masa depan lebih baik
Banyak hal yang telah mereka perbuat untuk sekolah ini..
Pengenalan diri dan interaksi remaja dengan dunianya, kompetisi dan kompetensi yang diasah untuk menguji diri, improvisasi dan apresiasi yang kadang kala menjadi suatu lompatan yang dasyat buat sekolah ini..
Setiap Kebaikan yang kami hadapi bersama putera-puteri bapak dan ibu merupakan pelepas dahaga kami yang senantiasa membuat sekolah ini tersenyum bangga, dan jika Keburukan yang kami atasi bersama mereka membuat kami berpikir untuk belajar dan bertindak lebih baik..
Keterbatasan dan ketidakmampuan tidak menyurutkan langkah kami untuk melangkah dan menghantarkan putera-puteri bapak dan ibu, akan tetapi ada makna luar biasa untuk kami… bahwa kehadiran mereka disini membuat sekolah ini.
Suatu pengalaman hidup yang luar biasa buat kami disini, untuk dapat merasa berarti diantara keceriaan dan kesdihan mereka selama tiga tahun ini..
Angkatan ke 4 ini merupakan angkatan yang terbilang tidak terlalu banyak mengahasilkan prestasi yang terlihat dalam komptisi antar sekolah…
Akan tetapi angkatan ke 4 ini justru luar biasa, karena telah menjadi jembatan antara prestasi kakaknya terdahulu dengan adik-adiknya disini
Masih segar di ingatan kami eksistensi mereka dalam dunia music yang diwujudkan dalam pentas seni yang telah dilakukan dua tahun ini untuk mengapresiasikan kepada kakak dan adiknya, serta pelajar lainya.
Masih terasa bangganya menonton sebuah filem independent yang diproduksi dan distradari serta dipublikasikan oleh mereka sendiri yang di garap oleh raisa, clara dan teman-teman
Belum hilang senyum saya membaca tulisan-tulisan merekan dalam halaman gerbang sekolah di salah satu Koran harian di bogor yang diwakili oleh Valentino, riana, clara, raisa
Kisah klasik dalam bahasa inggris yang diperlombakan dalam stori telling di universitas pakuan yang dibawakan oleh riana dengan boneka tangannya dan usaha raisa untuk konsultasi smpai malam hari dengan mr. budi rasanya belum lama
Seleksi Olimpiade sains tingkat kabupaten di SMAN 1 Cibinong mendapatkan peringkat ke-4 untuk mata pelajaran matematika
Tidak terlupakan kenangan bersama mengikuti pesta sains nasional di IPB dalam dua tahun belakangan ini yang pernah diwakili oleh riana mewakili pelajaran biologi, verdian jansen dan Muhammad iqbal untuk pelajaran matematika yang masing-masih mendapatkan peringkat 56 dan 61 dari 386 siswa se jawa dan sumatera
Simulasi sidang ASEAN Senior Economic Official Meeting di Pemda kabupaten, yang diwakili oleh Verdian jansen, clara, riana. walaupun dengan persiapan yang singkat untuk mewakili Negara Vietnam masih terasa detak jantungnya
Di luar sekolahpun aksistensi mereka tetap diperhitungan.. salah satunya band ‘sweet devil’ yang tetap selalu sweet di hati penggemarnya dan jam terbang yang semakin eksis di dunia music independent
Apapun hasilnya… walau menurut mereka belum bisa memberikan deretan piala dan piagam sebanyak yang tak terlihat disini…
Akan tetapi buat kami… karena mereka ada.. terjalinlah sebuah jembatan yang semakin kuat untuk menghantarkan prestasi-prestasi berikutnya
Piala dan piagam atau bahkan sejumlah uang tidak akan berarti apa-apalagi buat kami… karena kehadiran mereka disini telah membuat nuansa, dan kepergian mereka dari sekolah ini telah meninggalkan bangunan yang kokoh untuk pijakan adik-adiknya kelak… sisa-sisa dari kesaksian mereka telah menjadi komitmen kami untuk tetap eksis sebagai sekolah yang belajar lebih baik di kemudian hari dan menjadi unggul diantara sekolah lainnya.
Perpisahan hari ini bukanlah kesedihan buat kami…
Karena hari ini kami telah melihat karya agung yang maha kuasa untuk mengahdirkan mereka dan membuat kami menjadi seorang pendidik disini.
Perpisahan bukanlah ketiadaan.. akan tetapi perpisahan ini adalah langkah mereka untuk menjalani estafet kehidupan…. Anak-anak yang saya banggakan… inilah hidup yang sebenarnya…’it’s a real life… selamat datang di kehidapan penuh nuansa yang tidak perlu lagi dilakukan dengan coba-coba… sudah saatnya komitmen kalian di uji disini.. suadah saatnya kedewasaan kalian dipertaruhkan disini.. maka jadilah pemenang dimasa yang akan datang dengan memberikan manfaat kepada orang-orang yang kita cintai… berikanlah sesuatu yang berarti buat orang lain disitulah Yang maha kuasa menurunkan rahmat..
Perpisahan bukanlah segalanya… justru inilah bangunan kuat menuju perjumpaan-perjumpaan lainnya..
Jangan bersedih… bergembiralah dengan suasana ini… bersuka rialah dengan kehidupan yang nantinya lebih baik dari hari ini… belum terlambat untuk menggenggam tangan sahabat kalian… belum terlambat untuk berbakti pada ayah dan bunda, belum terlambat untuk menyeka airmata kesedihan… belum terlambat untuk merasakan kehangatan bapak dan ibu guru kalian…mari kita tatap hari ini dengan tegar… karena esok hidup kita akan lebih baik…
Sekali lagi… Selamat Datang di Citra Nusa… karena kepergian kalian telah mendatangkan rahmat untuk kalian keluarga dan sekolah yang kalian cintai…
Rasanya tak akan habis waktu untuk merasakan hati ini…
Dengan rasa bangga kepada kalian semua…
Wabilahi taufiq wal hidayah..
Wassalamu alaikum Wr. Wb.