DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
She Can award… but He Can Do…
Menonton acara ‘She Can Award’ yang disiarkan di salah satu televise swasta dan disponsori produk rumah tangga terkenal… mengingatkanku pada pepatah mengatakan “If You willing to Do, but the other people will not Do, then you will be able to Do, but another people Can’t Do”…
Pertama-tama ck…ck…ck..ck… buat mereka… jika sopan mengangkat kaki keatas…. Saya kasih empat jempol buat mereka…(jempol tangan dan kaki – maksudnya… tapi gimana dirinya kalo kakinya diangkat?) berarti bukan ‘empat’… ‘emprat’ jempol aja deh buat mereka (empat=keyen, emprat=keyren)… jadi ingat dengan almarhumah mama yang telah meninggalkanku lebih dari 25 tahun lalu… kayaknya kalo beliau masih ada… seorang anak memberikan award kepada mamanya diatas panggung disaksikan jutaan penonton seantero negeri yang sama kagumnya dengan mereka… keren banget tuh (hayalan tingkat tinggi – mungkin stadium 4)
Apalagi melihat apa saja yang telah mereka lakukan… spontan saya Tanya ke istri…
“Bund… kalo seandainya yang di atas panggung bunda gimana…?” tanyaku www.serius.com
(gak jawab cumin senyum doang…)
Makin bingung dengan apa yang istriku lagi pikirkan, karena energinya sudah terkuras setelah hamper seharian bersenang-senang dengan kedua anakku
“Gimana kalo najwa yang kasih award itu ke bunda…. Mau…” tanyaku www.makin-serius.com
(masih gak jawab… cumin tersenyum… tapi senyumnya tambah lebar)
Apalagi yang ada dalam benaknya yang sedikit belum terseka keningnya (biasanya pake ujung jilbabnya), mungkin alam pikirnya sedikitnya ada di atas panggung itu…
“emang… yang sudah bunda lakukan apa… biar bisa dapetin itu..” jawabnya (kena deh… jadi ikutan mikir)
“Bukan yang sudah… tapi apa yang akan bunda lakukan… sebagai orang yang apa adanya…” jawabku
(istriku
Sedikit mengeryitkan dahi… seperti biasa.. setiap menyerap perkataanku… mungkin dalam hatinya agak berpikir untuk berkata… sehingga hanya cukup mengernyitkan dahi)
“Kalo ayah apa yang akan dilakukan untuk mendapatkan itu?” Tanya istriku balik bertanya (jawaban yang mudah adalah balik bertanya – pelajaran 1)
Cukup membuatku berpikir selama beberapa menit… atau bahkan berjam-jam… karena berikutnya kami asyik kembali dengan menikmati tontonan.. (gak bijak juga kalo gak di jawab)
“sebenarnya kita tidak selalu berbuat karena satu hal, karena merekapun sebelumnya gak perah terpikir akan mendapatkan sebuah penghargaan, yang pasti mereka sebelumnya pasti berpikir akan melakukan apa supaya berguna untuk orang lain” jawabku…. (hualaah… serius stadium 6)
“wah kalo gitu mah, gak usah wanita atau pria… semua orang juga harusnya ada awardnya dong…” jawab istriku makinserius.blogspot.com
Ck…ck…ck bener juga nih istriku… gak pandang laki-laki atau perempuan… sehebat apapun yang telah dilakukan… pasti bermula dari sekecil apa yang telah mereka perbuat untuk orang lain…
Kadang kita membedakan kehebatan satu gender dengan gender lainnya… ke superior-an laki-laki… atau emansipasi dari wanita yang kerap dituntut semakin tinggi.. apapun itu.. pertanyaan sederhana…
Adakah Award di hatinya… yang akan menuntunnya menuju dorongan untuk melompat tinggi dan merendah kan hati…
Makanya acaranya bisa di tambahin tuh… bukan hanya “She can award” saja… tapi “She Can, and He Can Do” artinya tanpa pendamping atau orang lain mungkin mereka tidak dapat menjadi sesuatu…
Wah bersyukurnya saya memiliki mereka untuk bisa melakukan banyak hal…(kayaknya sih Cuma sedikit), belum tentu orang lain punya kesempatan yang indah untuk saling belajar walau hanya dari sebuah percakapan sederhana… dan tontonan mulia… kira-kira begitulah… akankah kita akan jadi tontonan mulia untuk orang lain… sehingga kita makin di muliakan oleh Sang Pemberi Kemulyaan…
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Gerakan anti ‘kurap’ di sekolah
Satu lagi penyakit yang enggak enak dan gak elit disebut apalagi dirasakan… ‘kurap’ seperti apakah itu…
Kesekian kalinya setiap ujian kita kerepotan sekali menangani anak-anak yang mengalami penyakit ‘kurap’… kalo di Tanya setiap siswa yang terkena ‘kurap’ ada saja alasannya…
Rasanya melihat mereka ‘kurap-an’ aja gak enak… tapi kok mereka asyik-asyik aja yah… ‘kurap-an’
“apa alasan kamu?”
Siswa 1: datang terburu-buru rambut basah, rambut gak sempat disisir “Antri mandi pak…” (mungkin dia mandinya di kamar mandi umum kali yah)
Siswa 2: datang dengan muka masih mengantuk, sedikit pucat dengan muka sedikit tenang “Gak ada yang bangunin saya pak..” (ya iyalaah waktu tidur mana sadar kalo udah di bangunin)
Siswa 3: datang sambil tertunduk baju sedikit lecek, tas tipis “Gak ada yang nyuci dan seterika baju di rumah pak..” (ini pelajar atau jangan-jangan bisnis laundry)
Siswa 4: Badan besar jalan lambat senyum sambil garuk kepala “Gak ada baju lagi pak…” (haaah… ini yang di pake apa.. yang kemaren di kira serbet kali)
Siswa 5: sedikit senyum sambil kedip-kedip matanya, “Baju saya ilang pak.. ” (mungkin ada yang ngefans ama kamu…atau sekolah kita)
Siswa 6: badan bau, jalan lemas gontai “Kaos kaki saya basah kehujanan kemarin..” (emang berapa sih harga kaos kaki layak pakai)
“ya sudah… sekarang bapak jadi ikutan gatal ngelihat kalian… yang ‘kurap’… gak boleh ujian… pulang… ganti yang bikin gak enak supaya bisa ikut ujian susulan…”
Siswa : “maafin aja deh pak…”
“gak ada maaf lagi… penyakit ‘kurap’ kalian sudah parah”
Mudah-mudahan mereka sadar kalau selama ini mereka terkena penyakit ‘kurap’
“kalian tuh nyaman dengan ‘kurap’ yang kalian derita”
Siswa : “KURAP” ?
“Iya… ‘KURANG RAPIH’…mau sampai kapan… bapak saja gatal ngelihatnya… masak kamu nyaman saja sih.. Pokoknya mulai hari ini gak ada lagi yang ‘kurap-an’”
Sambil tertunduk mereka harus merelakan jam pertama tidak ikut ujian
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Kamu dan temanmu itu.. ‘friendship’ atau ‘trendship’
Ada pepatah mengatakan “Tak kenal… maka tak sayang” ..(Kadang saya pelesetkan kepada siswa…”Kalo gak kenal… jangan coba-coba saying”)..
Nah sejauhmana pertemanan yang kamu jalin dengan temanmu… ‘friendship’ –kah… atau ‘trendhip’
Sebuah message mampir di facebook saya.. isinya singkat “Maksudnya”
Pertanyaan dimulai dari kekecewaan seorang teman dengan temannya yang lain, yang seringkali membicarakan yang kurang baik kepada orang lain… dan itu membuatnya merasa serba salah, dan serba gak enak di depan orang lain…
“Kenapa gak enak… ?” tanyaku (Kalo gak enak kasih kucing)
“masak sih teman begitu sih pak…” tanyanya
Ini sebenarnya bukan untuk di Tanya… tapi untuk di ingat.. seberapa dekat.. atau jauh perteman kita…
“Friendship itu apa sih pak…?” Tanya salah seorang siswa penasaran
“Kalian itu apa..?” balasku..(ini si bapak di Tanya malah balik nanya.. dalam hati mereka mungkin)
“Maksudnya..?” jawab mereka hamper serentak
“Seperti itulah kita bertanya tentang teman kita kepada diri kita sendiri… seberapa dalam kita mengenal diri kita di hadapan orang lain… dan peran kita kepada orang lain…” jawabku..
“Maksudnya…?” jawab mereka merasa tanda Tanya sebelumnya belum terjawab..
“Kebersamaan… satu tujuan.. atau mungkin yang lain yang menjadi kesepakatan antara kalian..” balasku berharap mereka mengerti
“Kayak pacaran gitu…” balas salah satunya
“Bukan, sahabat karib kan pak..” balas satunya lagi
“Maksudnya, Teman Tapi Mesra…” jawab siswa yang sedikit konyol sambil seketika mereka tertawa.. bersama-sama
“Kalau… temenan di fesbuk (facebook – maksudnya) gimana pak ?…” perempuan yang gila facebook sambil memegang Handset berfasiitas wifi.. yg selalu OL setiap saat… (pernah saya juluki miss update – karena sering mengupdate status pada saat jam pelajaran)
“Kalo gitu sama dunk.. kayak twiter… friendster.. dan sejenisnya “ jawab satunya lagi gak mau kalah..
Saya membiarkan berbagai pendapat dan komentar mereka berlalu lalang… hamper semuanya berpendapat… eitss ada satu kayaknya yg belum komentar…
“kalo kamu gimana..?” tanyaku sambil menunjuk wajah yang keliatan bingung mau komentar apa..
“bingung saya pak… soalnya gak ada yang mau temenan ama saya…” jawabnya datar (wah nih anak pesimistis banget yah)
“Ahh. Yang benar… kalo gitu kamu ngapain di sini ?” tanyaku (seketika yang lainnya bingung dengan lontaranku… takut temenya tersinggung)
“Ikut Aja…” balasnya singkat
“Nah itulah pertemanan… tanpa sadar kamu sudah punya teman disini… sudah punya orang-orang yang mau jadi teman kamu… apa lagi… “
“Tapi pak”… balasnya, (sambil saya tahan bicaranya)
“Tinggal kamu mau mengambi peran sebagai apa… pengikut atau yang di ikuti… bukan masalah keduanya… yang penting kamu ada… dan punya peran disitu… itulah ‘friendship’… dapat mengatasi setiap perbedaan menjadi pelangi yang indah…” terangku perlahan… khawatir gak nyambung lagi…
“ooo…” kampir berbarengan
“Berarti kita semua ini ‘friendship’ dunkz…” hamper berbarengan lagi
“Tergantung… seberapa dalam diri kita bisa menempatkan secara sesuai dengan peran penyeimbang.. antara satu dengan yang lainnya hingga persahabatan kalian bisa harmonis…” jawabku
“Kalo gak bisa gimana pak… kadang teman Cuma manfaatin kita doing… kadang teman gak pernah ngerti kita ketika kita sulit… kadang teman negerbut pacar kita… kadang teman cumin sering bikin kesel..” cerocosnya hampir tanpa putus
“tidak semua yang orang lain lakukan harus kita lakukan dengan cara yang sama pula… berarti kita sama buruknya dengan apa yang kita nilai terhadap mereka” jawabku
“itu namanya… teman makan pagar yah pak…” celetuk si konyol sekenanya (pagar makan tanaman mungkin maksudnya )
“Trendship’ namanya..” balasku
“Wah istilah baru nih…”
“Gak kok… kayak iklan-iklan… hanya sebatas kepentingan yang sama… selama menguntungkan, dan dapat mengikuti trend terbaru… dia ikut… kalo udah bosen di tinggalkan, kalo ada rasa baru yang jauh lebih menarik perhatiannya.. teman tersebut pasti gak ada… “ jawabku
“waw.. dapet ilmu baru nih… makasih pak…” jawab mereka serentak
“berarti kita ini ‘friendship’ bukan ‘trendship’… okay…” seru bereka bersama-2
Wah, senangnya menjadi bagian dari persahabatan mereka… semangat mereka… ‘friendship’ ataupun ‘trendship’.. yang pasti satu lagi yang saya ambil pelajaran dari mereka, sebenarnya saya jauh lebih belajar dari apa yang mereka jalani dengan ke alamiahan… tanpa rekayasa suka atau ketidaksukaan.. mudah-mudahan kebebasan berpikir mereka dalam menilai sesuatu dari berbagai macam cara dapat menjadi bekal keberhasilan di masa datang… akankah kita harus bayar mahal sebuah bersahabatan menjadi sebuah ‘friendship’ atau kita jual murah sebuah persahabatan hanya dengan sebuah ‘trendship’ tujuan sesaat, setelah itu kita harus mencari lagi teman… atau kita kembali menjual sebagian diri kita kepada orang lain demi sebuah persahabatan…
Bukankah ‘friendship’ itu lebih alamiah… dengan berbagai macam perbedaan itulah persahabatan semakin kuat… dengan permasalahan demi permasalahan yang diselesaikan dengan kepala dinginlah ikatan makin kuat… sadarkah kita apa sebenarnya yang telah mengikat kita semua.. mungkin bukan hanya sebagai sahabat saja… bahkan lebih dari itu
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
penyakit ‘kudis’ di sepanjang jalan tajur
penyakit ini paling amit-amit di derita oleh orang umum.. karena memang gak enak banget rasanya (katanya) gatel.. duduk gak enak… diri juga gak enak… tapi ini terjadi dalam perjalanan pulang dan pergi saya menuju tempat kerja.. kebayang kan rasanya
bermula dari tiga bulan belakangan ketika jalan raya tajur mulai di keruk dan akan di cor beton..
jalan sepanjang 3 kilo meter itu gak enak banget dilewati .. terlebih kendaraan roda dua yang ukuran ekonomis seperti motor saya.. tidak sedikit yang tidak mengenal medan (alias touring dadakan setiap hari libur) jadi korban selip ban karena kerukan yang terlalu dalam dan telat untuk di kerjakan, di tambah lagi kendaraan mayoritas di bogor ‘angkot’ berhenti dan menaikan atau menurunkan penumpang seenaknya.. spontan saya sendiri pun beberapa kali harus ngerem mendadak karena jalan yang tidak seimbang dengan jalur keruk yang membahayakan kalo banting setir… di tambah lagi ketika hujan jalanan berubah menjadi selokan yang membuat aliran deras plus-plus (alias sampah dan kerikil kecil), ah tapi masa itu sudah berlalu… ketika puluhan mesin molen otomatis berderet memulai kerjanya di sepanjang jalan tersebut… it’s a great job… penyakit ‘kudis’ mulai terasa walau berupa umpatan kesal saja.
satu jalur di bangun… mulai menambah panjang antrian kendaraan dari dua sisi… karena jalur pertama sedang dengan sabar di kerjakan… sesabar pengguna jalan mengantri tertib … wah ternyata tidak bertahan lama semakin banyak yang menyelinap ke kanan dan kekiri.. terlebih rombongan roda dua kadang kala membuat macet… dan angkot yang hendak menaikan dan menurunkan penumpang dengan ‘delay’ waktu yang semaunya.. wah… gawat.. penyakit ‘kudis’ semakin menjadi-jadi.. gatal rasanya jika tetap berada di jok motor… diri.. apa lagi.. malu dunk… ntar ketawan lagi..
dua jalur di bangun… mulai mendapat angin segar buat pengendara roda dua.. harapannya… wah asyik nih… gak ada alasan lagi terlambat masuk kerja… ternyata tidak… kehawatiran saya mulai terasa.. kambuh lagi penyakit ‘kudis’ rasanya tambah gak enak saja setiap lewat sana.. sampai beberapa kali saya harus mengambil jalan memutar lewat perumahan rancamaya… walau lebih jauh.. disana gak ada ‘kudis’…
aduuuh… sampai kapan nih ‘kudis’ bisa terjadi… gatal banget rasanya melihat kejadian demi kejadian yang setiap hari di lewati.. malahan bisa-bisa ikut-ikutan ‘kudis’ nih… (karena gak asik kalo gatel sendirian gak ikut nyalip). Membaca harian local bogor.. kabar gembira target jalan raya tajur akan selesai awal desember… mantab selamat deh gak akan gatal lagi lewat sana…
haaah… ternyata tidak… tambah gatal saja… lihat jalan sudah selebar itu tapi tetap… macet.. ternyata jalan lebar bukan solusi untuk tidak macet… yang terpenting adalah lenyapkan dulu ‘kudis’ tadi.
Sore ini luar biasa. Merasakan jalan baru yang lebar.. tapi macet total… rasanya sudah tak sanggup lagi menggaruk penyakit ‘kudis’ ini…
‘kudis’…’kudis’… sampai kapan kita KURANG DISIPLIN… di jalan raya
Yuk kita garuk tubuh kita supaya kita sadar… bahwa ada “KUDIS’ di tubuh kita… supaya tidak merugikan orang lain…
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Hampir gak ada bedanya ‘GURU’ dengan ‘JURU’
Kejadian ini sering saya alami atau beberapa guru yang lainnya….
setiap guru memang punya tanggung jawab membuka ‘Kunci’ ilmu yang ada disekitar untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat buat masa depannya nanti… berarti dekat sekali pengertian ‘Guru’ dengan ‘Juru’. ditinjau dari makna konotasi maupun denotasi pasti tetap dekat…
jika saya jadi ‘Guru Ekonomi’ berarti saya harus bisa jadi ‘Juru Ekonomi’…
karena tanpa contoh anak-anak m ungkin saja tidak dapat menerjemahkan pengajaran seorang guru… aplikasinya justru adalah peran ‘juru’ tadi…
disini kisahnya adalah lebih dekat makna ‘Guru’ dan ‘Juru’ secara harfiah…
setiap guru bukan hanya sebagai ‘Guru’ saja tetapi juga sebagai ‘juru’ termasuk saya disini… karena sering kali setiap tanggung jawab saya ini menafsirkan seperti ini secara tidak langsung…
“permisi pak, saya mau pinjam kunci lab…” seru satu anak hendak mencari tugas lewat internet (emangnya saya Office boy, kalo ada perlunya ke saya minta kunci)
“Permisi pak, saya mau pinjam kunci perpustakaan, karena punya saya ketinggalan…” seru seorang pustakawan sekolah (gak habis pikir… padahal ‘kunci’ itu senjata beliau)
“Permisi Pak, Internet Mati…. saya mau online..” seru salah seorang guru.. melihat suasana belajar tidak lagi sehangat dunia maya (waduh… boleh juga nih sekalian updat status…)
“Maaf Pak.. di labkom listriknya mati…” tulis salah seorang siswa lewat sms ke handphone saya (emangnya saya bagian sarana prasarana… perbaikan listrik)
“Pak, Kunci labkom ada di siapa… ?” seru seorang siswa sambil bingung (karena kemarin saya memberikan ke dia dan belum kembali ke saya lagi)
seketika itu agak kesal… marah… karena memangnya urusan saya hanya ‘kunci’… kalo emang iya… berarti saya lebih dekat sebagai “JURU” di banding “GURU”… yaitu ‘JURU KUNCI…”
dipikir-pikir lagi… jadi lucu aja… dan saya nikmati sebagai suasana yang sensasional..
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Gerakan Anti ‘Kudis’ Akhir tahun…
Tahun ini baik secara kalender manapun tahun yang berat buat semua orang… karena semuanya kudu kerja keras untuk berubah… supaya menghasil buah, bagaimana menghasilkan buah yang ranum dan manis dalam hidup… maka perlu juga pohon yang sehat serta cabang yang kuat dan di topang akar yang kokoh menghujam bumi….. kata orang china. Dengan kalender imlek tahun 2560 adalah tahun kerbau… maka jadilah kerbau yang baik dan bermanfaat buat pemilik lahan dan petani yang berhasil… kata kalender masehi dengan system matahari tahun 2009, tahun perubahan untuk bangkit dari keterpurukan… Kata kalender Hijriah dengan system Bulan (Lunar) 1430. Banyak sekali kejadian penting dalam rangka perubahan dari yang kecil hingga yang besar…. Telah berlalu pergantian tahun 1430 hjriah… menjadi 1431.. berikutnya menyusul 2009 menjadi 2010 masehi, dan than 2560 menjadi 2561 Imlek, kira-kira apa yang sudah kita siapkan menyongsong tahun yang baru ini…
Sebesar apa yang akan kita rubah.. sebesar itu pula perubahan itu ada… sekecil apa yang kita lakukan… selangkah itu pula kita merangkak…
‘Kudis’ bukan lagi penyakit yang aneh lagi di derita oleh sekalangan siswa dan guru di sekolah kami…
Seakan memiliki kekuatan magnetis tarik menarik yang luar biasa.. dan daya tolak yang biasa saja…(ini mematahkan teori fisika… antara dua kutub magnet)
Ingin tahu rasanya… gatalnya bukan main… bukan hanya ada di bangku sekolah kami yang terbuat dari kayu saja…(walaupun terbuat dari kayu kualitas tinggi) ternyata menghuni juga ‘tungau’ sejenis kutu penyebab “kudis” di meja dan ruangan nyaman kami…
Mau tahu gejalanya… inilah kisahnya :
Jangan menyerah… jangan menyerah,.. ooo.. syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah…
(reff. Lagu jangan menyerah d-massive berbunyi, tanda ganti jam pelajaran)
“Okeh anak-anak, hal luar biasa apa pelajaran hidup hari ini yang kalian dapat… mudah-mudahan bermakna untuk masa depan kalian” kata guru sambil mengepalkan tangan di samping dada (jarang sekali guru berkata seperti ini untuk menutup perjumpaan pelajaran)
“Okey sir… “ jawab anak-anak
“This Class is… Great … today.. kartu hijau buat kalian” (sebenarnya ada tiga pilihan kartu merah, kuning dan hijau untuk masing-2 kualitas kelas hari itu versiku)
“Thanks sir…” sambil keluar kelas…( ‘but’ mana guru selanjutnya kok belum datang… dalam hatiku)
Tapi ada kejadian yang unik disekolahku… guru itu ketika keluar kelas memiliki magnet yang kuat… karena ketika keluar siswanya ikut ketarik… tapi bukan menuju ruang guru tapi ada yang ketarik dan nyangkut di kantin, ada yang nyangkut di toilet atau di depan cermin maupun entah dimana (secara hokum fisika berarti sumbernya adalah du kutub yang berbeda… wah apa yang salah nih.. kalo kutubnya ternyata beda)
Beberapa menit setelah saya keluar ruangkelas dan kembali ke ruangan… ternyata medan magnet itu masih kerasa…
Pastinya harus dicari penyebabnya… ternyata adalah ‘kudis’ tadi…
Mereka tidak betah di kelas karena ‘kudis’-an, kursi mereka beratakan… sampah sisa makanan kadang di kolong meja pun menjadi penyebab ‘kudis’ makin menjadi-jadi… guru yang terlambat masuk kelas pun karena tidak betah dikelas yang banyak penyakit ‘kudis’ tersebut
“wah gawat nih kalian… guru kalian memang mempunyai daya tari yang tinggi… tapi apa pelajaran berikutnya tidak semenarik sebelumnya hingga kalian harus keluar walau sebentar” tanyaku masuk ke kelas yang belum ada gurunya
“Tidak pak…” (jawaban standar karena gak tau harus jawab apa)
“Penyakit ‘kudis’ kalian harus diberantas… bersihkan meja dan kursi kalian… sapu lantainya… dan bedaki badan kalian “ (siswa yanglainnya makin gak ngerti tapi sambil melaksanakan perintah kebersihan)
“Sudah bersih kelasnya…”
“sudah pak..”
“coba bapak periksa” (sambil mengangkat satu meja dan memiringkan meja seketika keluar beberapa sisa bungkus makanan berserakkan di lantai yang bersih tadi…
“seperti inilah … wajar kalo kalian ‘kudis’-an..” jawabku
“maksudnya pak… kita gak gatel kok”
“bapak yang jadi gatel lihat ‘kudis’ kalian”
KUDIS… KURANG DISIPLIN… plis deh… dah mau ganti tahun… ayo dunkz berubah sebelum terlindas…
Gak enak lagi ‘kudis’-an… bagaimana menyongsong tahun yang baru dengan perubahan dari yang terkecil… ayo berantas ‘kudis’ di sekolahmu… demi keberhasilan dan kebersihan hati kita masing-masing… gunakan cermin yang jujur untuk melihat kecantikan hati kalian… bersihkan tubuh kalian dari ‘kudis’
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
backwall on the horse’s black glasses
Kaku adalah kuda yang paling gagah di hutan. Tidak hanya gagah, ia pun kuat dan dapat berlari dengan cepat. Saking hebatnya, warga hutan yang lain memberikan gelar “Kuda Perkasa” padanya. Disingkat “kuper”, hehehe.
Sayangnya, perilaku Kaku tidak sehebat kemampuannya. Karena merasa dirinya yang paling jago, ia menjadi sombong dan sering menganggap remeh orang binatang lain. Tabiat buruknya yang lain adalah selalu ingin dipuja. Itu sebabnya ia iri 1/2 mati terhadap Horas.
Ya, Horas adalah kuda gemuk yang cenderung pendiam. Walaupun begitu, penghuni hutan lainnya senang kepadanya karena ia suka menolong dan ramah. Berbeda 180 derajat dengan Kaku.
Suatu hari Kaku pun mendatangi Horas yang sedang makan rumput di pinggir sungai.
“Hei Horas, ayo kita berlomba mengelilingi bukit timur itu”, tantang Kaku tanpa berbasa-basi. “Aku ingin tahu, siapa diantara kita yang paling hebat”.
Horas menoleh dengan santai ke arah Kaku.
“Buat apa ah”, jawabnya, “Kan sudah jelas, kamulah kuda paling hebat di hutan ini. Aku jelas gak mungkin menang melawanmu.”
“Tidak peduli!”, tukas Kaku. Kasar. “Pokoknya aku ingin kita bertanding. Kalau tidak, aku akan hancurkan rumah kayu milik Bu Beri Berang-berang yang kamu buat untuknya bulan lalu.”
Horas tertegun. Ingatannya melayang ke Bu Beri. Badannya yang sudah tua. Bulu-bulunya yang mulai memutih. Tongkat penyangga jalannya.
“Baiklah”, ujarnya sambil mengangguk lirih. “Kapan kita bertanding?”
Kaku menjawab sambil tersenyum sinis, “Besok sore.”
Malamnya Kaku mulai membayangkan dirinya yang tengah berlari di bukit timur dengan gagah. Bulunya yang hitam berkilauan terkena cahaya matahari sunset. Kakinya yang kokoh menapak mantap di atas tanah bukit timur yang berbatuan menimbulkan suara yang keras.
Ketepok. Ketepok. Ketepok.
Mendadak ia terkikik. Ia membayangkan Horas yang gemuk berlari dengan terengah-engah menaiki bukit dan akhirnya tersungkur kecapekan.
“Kemenangan sudah jelas ada di tanganku.”, batin Kaku. “Apabila aku menang, penduduk hutan akan makin menyadari bahwa aku lah kuda terhebat di sini. Popularitasku pasti akan jauh melebihi Horas. Sekarang aku harus cari cara agar aku tampak keren di hadapan mereka saat masuk ke garis finish.”
Ia berpikir. Tiba-tiba ia teringat pada majalah mingguan “Kueren” yang ia beli minggu lalu. Kaku pun mengambil majalah tersebut dari laci lemarinya dan mulai membuka lembar demi lembar. Sampai akhirnya…
“Ini dia!!!”, teriak Kaku sambil menunjukkan jarinya tangannya ke sebuah iklan tentang kacamata hitam. “Dengan ini aku pasti akan tambah cool di depan warga hutan”.
Keesokan harinya, Kaku menyempatkan diri untuk pergi ke mall dan membeli kacamata hitam yang paling mentereng. Setelah bersiap dengan menggunakan tapal kudanya yang berbalut emas, ia pun bergegas menuju ke bukit timur, tempat ia akan bertanding dengan Horas.
Sesampainya di sana, tampak Horas sedang berbincang riang dengan teman-temannya. Ada Kuri si Kura-Kura, Nur si burung Nuri, dan bu Beri Berang-Berang. Warga hutan lainnya pun berjejer di sepanjang jalur, bersiap untuk menyaksikan lomba antara Horas dan Kaku.
“Ayo segera kita mulai”, kata Kaku sembari memakai kacamata hitamnya yang baru.
Horas memandang Kaku dengan wajah aneh. Perhatiannya tertuju pada kacamata hitam Kaku dan label harganya yang entah sengaja atau tidak, lupa dicopotnya.
Namun Horas tidak berkata apa-apa. Sebaliknya, ia meminta Nur untuk membantu memasangkan kacamata kudanya yang sudah agak butut.
Kedua kuda itu pun bersiap di garis Start. Pak Hori Harimau yang bertugas sebagai penjaga garis melambai-lambaikan bendera putih di depan mereka. Dalam hitungan ketiga, ia menurunkan bendera dengan bersemangat sambil berteriak lantang, “Mulai!!!”
Kaku langsung melesat. Julukannya sebagai “Kuda Perkasa” memang bukan main-main. Dalam hitungan detik, ia sudah tidak tampak di balik bukit. Sebaliknya, Horas melaju dengan sambil menjaga kecepatan dan staminanya. Ia sadari bahwa dalam urusan keduanya, ia bukan tandingan Kaku, oleh karena itu ia harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah.
Kaku yang jauh memimpin di depan tertawa lebar-lebar sambil terus memacu kecepatannya. Ia sudah tidak kuasa lagi membayangkan kemenangannya. Di hadapannya sudah tampak Bukit Curam, bukit terakhir dari deretan Bukit Timur.
Bukit Curam terkenal sebagai bukit paling berbahaya di daerah itu. Berbatu dan memiliki sudut tanjakan yang sempit. Siapa saja yang tidak berhati-hati pasti akan celaka. Di sisi lain, pemandangan dari atas Bukit Curam cukup indah. Dari sana terlihat jelas pemandangan hutan serta danau Leka yang luas dan banyak ikannya. Warga hutan sering berkumpul di danau tersebut, baik untuk mandi maupun sekedar untuk bersantai dan bersosialisasi.
Beberapa langkah menuruni Bukit Curam, perhatian Kaku terpecah. Di bawah, tampak Kutik, kuda betina yang jadi incarannya sejak masa sekolah dulu, sedang mematut-matut tubuhnya di hamparan air danau yang jernih. Tidak lagi konsentrasi terhadap jalan di depannya, kaki kanan Kaku tanpa sengaja menabrak sebuah batu yang cukup besar.
Kaku oleng. Ia terjungkal dan menggelinding ke sisi kiri bukit sebelum akhirnya mencapai garis finish barunya di sebuah kubangan tepat di samping Kutik yang melongo melihat adegan akrobat gratis.
Byurrrrr.
Sejurus kemudian, Kutik tertawa terbahak-bahak. ROTGLOL. Tanpa mempedulikan Kaku yang kesakitan setelah terguling-guling di bukit berbatu. Tanpa mempedulikan wajah Kaku yang merah padam. Tanpa mempedulikan kacamata hitam Kaku yang patah. Tanpa mempedulikan perasaan Kaku yang bingung antara menahan sakit dengan menahan malu.
Saat ia mencoba untuk berdiri (dengan diiringi tawa Kutik yang masih berkesinambungan), terdengar sorak sorai warga hutan. Rupanya Horas telah tiba di garis finish. Agak terengah-engah, tapi setidaknya ia sampai ke tujuan dengan berlari, bukan dengan menggelinding.
Dari kejauhan, ia menatap Kaku (yang masih mencoba berdiri) dan Kutik (yang masih terus tertawa). Horas juga suka pada Kutik dan ia mungkin akan melakukan kesalahan yang sama seperti Kaku seandainya ia tidak menggunakan kacamata kudanya. Ya, kacamata itulah yang membantunya untuk tetap berkonsentrasi sepanjang lomba.
Horas mengangkat kaki kanannya, ingin berjalan ke arah Kaku. Tapi kawan-kawan dan penghuni hutan lainnya mulai mengerubunginya, sibuk memberinya selamat dan memintanya bercerita tentang perasaannya. Akhirnya Horas pun membatalkan niatnya untuk membantu Kaku.
“Semoga ia baik-baik saja”, gumamnya.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
setelah hampir setahun tanpa tersentuh…
ternyata banyak yang telah terlewati dari kehidupan nyata yang sebenarnya…
sebuah kehidupan di tengah kebisuan hari-hari tanpa kata…
gerakan jari yang terhenti.. seiring dengan kata-kata yang terlalu banyak terucap…
ooo… ternyata… kata terbungkam… hati yang berkata lembut itu lebih jujur dari pada topeng yang kita pakai hari ini…
selamat datang kembali… setelah engkau terlupakan kembali..
dan… menjadi hari-hari penuh makna
walau… sedikit kata yang terucap..
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
selamat datang di duniaku…
Dunia yang senantiasa bergerak mengikuti porosnya…
Dunia yang senatiasa bergerak mengikuti revolusi jaman…
Dunia yang senantiasa memberikan keindahan pada semua orang…
Dunia yang menuntun kita menuju keteraturan…
Dunia yang senantiasa menghantarkan setiap tindakan kita menjadi sebuah keabadian…
Dunia yang menjadi ladang buat petani-petani hidup dengan menanamkan dan menuainya nanti pada saat akhir hidupnya…
Dunia yang sederhana…
Dunia yang penuh sandiwara apabila kita mengenal Fungsi dan perannya dengan baik….
Dunia yang penuh warna keceriaan…
Dunia yang penuh solusi hidup apabila kita tahu mengambil sumbernya dari mana
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Kehidupan adalah….
kehidupan adalah…. kehendak… yaitu rencana Yang Maha Kuasa dalam penciptaannya bermaksud menjadikan manusia menuju kesempurnaannya…. dengan buah pikiran dan tindakannyalah yang akan menyelamatkan mereka pada keabadian…
Kehidupan adalah….Perjalanan….yaitu merangkai langkah-langkah kita yang jejaknya mungkin hilang terhapus oleh jaman
Kehidupan adalah… Suatu Lompatan… yaitu meninggalkan ketidakberdayaan menjadi kemampuan yang berguna
Kehidupan adalah… Berlari Cepat…yaitu menyalip beberapa kesalahan agar tidak terlihat sebagai kekeliruan akan tetapi sebuah pembelajaran
Kehidupan adala… Fatamorgana….yaitu kamuflase cermin diri kita terhadap angan-angan yang tak kunjung hadir di pelupuk mata….
Kehidupan adalah…Perubahan…yaitu keinginan akan memperbaiki diri sampai terciptanya komitmen yang hakiki
Kehidupan adalah…Jalan Setapak…yaitu sebuah rel kehidupan yang akan kita buat sebagai jejak masa depan… sambil mengibas halangan dan melihat peta…apakan jalan ini sudah tepat dan efisien…
Kehidupan adalah… Pemikiran… yaitu buah perenungan panjang yang tak kunjung usai, karena semakin hari semakin peduli terhadap sesama….
Sekarang….Kehidupan ini menurut anda seperti apa?
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »

